Cinta itu apa ya? Kata Ari Lasso 'cinta adalah misteri', dan kata temen saya "cinta itu adalah dua orang yang saling menyayangi dengan setulus hati". (Sdr. Bagus). Tapi kata Marjinal cinta itu pembodohan. Lha trus yang bener yang mana?
Dalam hidup ini, kita nggak bisa lepas dari cinta, kalaupun lepas, pasti nggak akan bertahan lama, sama halnya seperti ketika kita memakai celana. Dilepas sebentar, ujung-ujungnya juga bakal make celana lagi.
Ada yang bilang :
"Cinta itu seperti kentut, hanya memberi tak harap kembali"
Tapi, sebenarnya cinta itu adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi, cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.
Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Akan tetapi, terkadang cinta bisa menimbulkan dampak negatif, seperti patah hati, sakit hati, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan hati.
Cinta bisa dialami semua makhluk. Dalam arti yang luas, cinta dibagi menjadi beberapa jenis :
1. Cinta Tuhan kepada hambanya (dan sebaliknya)
2. Cinta orangtua kepada anaknya (dan sebaliknya)
3. Cinta cowok kepada cewek (sama)
4. Cinta sesama jenis
5. Cinta beda makhluk
6. Cintaku kepadamu - cie cieee-"
Maka, dimana saja (anywhere), kapan saja (anytime) dan bagaimana saja keadaannya (any-emboh), kita ini supaya tetap menetapi, memerlukan dan mempersungguh cinta dengan cara jujur (honest), perhatian (interest), komitmen (commitment) dan merindu (miss).
Agar cinta tidak lepas, maka ikatlah dengan 4 tali cinta :
1. Bersyukur (jika mau bersyukur, maka cinta akan ditambah)
2. Mempersungguh (pada cinta jenis ketiga adalah dengan menikahinya)
3. Mengagungkan (dalam arti tidak meremehkan cinta)
4. Berdoa.
Dalam cinta, kita pasti merasakan yang namanya merindu. Kata anak muda jaman sekarang :
"Orang lagi jatuh cinta itu pasti kangen, seperti kalo lagi boker pasti kena bau ta*i nya"
Menurut Erich Fromm , ada lima syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu :
1. Perasaan
2. Pengenalan
3. Tanggung jawab
4. Perhatian
5. Saling menghormati
Erich Fromm dalam buku larisnya (The Art of Loving) menyatakan bahwa ke empat gejala cinta : care, responsibility, respect, knowledge muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggung jawab pada si anak. Sementara tanggung jawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya & tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan, gebetan dan individu lainnya pada sikap otoriter.
Jatuh cinta mengaktivasi 12 area pada otak manusia sehingga kita jadi cepat tahu kalau sedang jatuh cinta. [Journal of Sexual Medicine]. Tapi... kecika jacuh cinca ada bagian otak yang bernama korteks frontal malah mati, padahal bagian ini sangat pencing untuk membuat keputusan, menilai dan menghukumi sesuatu atau seseorang. Nggak heran kalau ketika jacuh cinca kita tidak melihat kekurangan si dia.
Salah satu ungkapan Erich Fromm yang terkenal adalah :
Cinta yang belum dewasa mengatakan “Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu” sedangkan cinta yang telah dewasa mengatakan “Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu”.
(Erich Fromm)
----------------
Coming soon : "Mati"