Weleh-weleh, lagi-lagi cinta. Dikit-dikit cinta. Cinta lagi cinta lagi. Memang ya, namanya manusia, yang muda, yang tua, yang kecil yang gede, yang kurus, yang (maap) mblobor, yang anak, yang mamak, yang bapak, yang cucu, sampe yang mbah-mbah, kalo udah ngomongin cinta tuh bawaannya gimana gitu.
Lalu apa itu cinta? Apa bentuk dari cinta? Efeknya? Rasanya? Kontribusinya? Mendingan baca dulu gih artikel saya yang terdahulu berjudul 'Cinta'.
Definisi cinta:
"Cinta adalah suatu kondisi di mana kebahagiaan orang lain menjadi penting bagi kebahagiaanmu."
Yap, itu dia! Inilah makna cinta yang sesungguhnya, cinta yang sebenarnya, cinta yang bukan hanya di mulut dan nafsu saja, cinta yang sejati, yang bertahan sampai tua.
Ironisnya, anak remaja zaman sekarang banyak yang menyalahgunakan, menyalahartikan, mengelirukan tentang hakikat dari cinta itu sendiri. Menyalahartikan cinta sebagai suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan yang saling suka, menyalahgunakan cinta sebagai ajang pelampiasan nafsu birahinya, mempergunakan kata 'cinta' untuk menarik sesuatu yang diinginkannya yang notabene semuanya itu jauh dari makna, hakikat dan tujuan cinta yang sesungguhnya.
Cinta bisa merubah manusia menjadi monster, dan monster menjadi manusia. Cinta tak pernah memaksakan kehendaknya, cinta tak rela jika seseorang yang dicintai pergi, masuk, melakukan sesuatu yang tidak benar, melakukan hal yang mendosakannya, melakukan hal yang bisa menjadikannya terjerumus. Cinta tak rela karena dia hanya ingin orang yang dicintainya bahagia dan baik-baik saja.
Cinta melihat dengan mata hati, bukan mata kepala, apalagi mata kaki. Cinta yang melihat dengan mata kepala tentu tidak akan bertahan lama. Jika seseorang cinta karena hidungnya yang mancung, lalu apakah dia masih cinta jika hidungnya berubah seketika menjadi pesek ndlesep tak terlihat?
Jika seseorang cinta karena kulitnya putih dan wajahnya cantik, apakah dia akan tetap cinta jika kulitnya berubah warna? Kalo nempel di dinding putih berubah jadi putih, kalo nempel di pohon berubah jadi coklat, kalo pake kerudung merah wajahnya berubah jadi merah, kalo pake baju kuning tubuhnya berubah kuning, lalu bagaimana kalo dia juga memakai rok berwarna hijau? Apakah dengan wujudnya yang seperti lampu lalu lintas itu tetap dicintai?
Sama halnya jika seseorang yang di cintai berubah fisiknya, dia harus memakai kursi roda karena kakinya patah dan harus di amputasi, wajahnya separuh berantakan dan tak bisa berbicara dengan normal, tangannya dan semua bagian tubuh lainnya tidak bisa digerakkan karena lumpuh, apakah 'cinta mata kepala' itu tetap ada?
Jika dengan kondisi yang demikian cinta mata kepala sudah tak lagi menerima, maka yang menerimanya adalah cinta mata hati. Karena hati tidak mencintai fisik, akan tetapi hati mencintai hati.
Lain lagi dengan cinta yang dilihat dengan mata kaki. Cinta yang terlihat hanya gelap, karena mata kaki itu selalu terpejam.
Untuk membedakan cinta hati dan cinta mata, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Faktanya, rasa suka itu hanya bertahan empat bulan, jika lebih dari itu, berarti benar-benar cinta. Akan tetapi, penelitian lanjutan pun juga tak kalah pentingnya. Jika seorang laki-laki mengatakan cinta pada lawan jenisnya dengan rayuan mautnya, contoh:
"Seandainya sekarang adalah tanggal 28 Oktober 1928, aku akan ubah naskah Sumpah Pemuda menjadi Sumpah Aku Cinta Kamu."
Atau seperti ini:
"Jika ada 100 orang yang mencintai kamu, pastilah aku salah satu dari mereka. Jika ada 10 orang yang mencintai kamu, pastilah aku juga salah satu dari mereka. Jika tidak ada 1 orang pun yang mencintai kamu, pastilah saat itu aku sudah tidak ada di dunia ini, karena aku tidak bisa memilikimu."
Atau gini:
"Semua cowo paling suka nonton sepak bola, tapi kalo aku beda, aku lebih suka nontonin bola mata kamu.."
Pastinya hati seorang wanita yang sangat sensitif dan peka langsung ter-jleb oleh serangan kata-kata yang membuatnya langsung terbang ke angkasa, kemudian turun mengarungi tujuh samudera karena rasa senang yang luar biasa.
Tapi tunggu dulu, jangan-jangan itu hanyalah sebuah triknya yang dipergunakan untuk menguasai tubuh molek dan wajah cantik kamu para wanita. Jika dalam hubungan cinta seorang laki-laki semakin lama semakin menuntut untuk minta berciuman, kemudian berlanjut pada area lain yang terlarang, jelaslah sudah itu bukanlah cinta, itulah nafsu.
Nafsu yang sudah terlampiaskan, terpuaskan dengan hubungan badan dengan seseorang yang 'katanya' dia cinta, yang lama-kelamaan akan timbul kebosanan yang merasuk di dalam dirinya, maka yang terjadi adalah dia pergi meninggalkan seorang wanita yang telah ternoda, yang telah hilang keperawanannya, yang telah dia beri janji-janji manis pernikahan yang merupakan sebuah ilusi semata. Itulah cinta yang berikutnya, cinta mata tahap kedua yang disertai sebuah kata yang mengerikan= "nafsu".
Tak heran baru-baru ini ada sebuah kabar berita melaporkan:
"Tragis! Seorang lelaki habisi pacarnya sendiri usai di ajak bercinta."
So, hati-hati dalam bercinta. Seorang laki-laki sejati ketika bercinta akan berani menemui keluarga orang yang dicintainya, akan selalu menjaga kehormatan seorang wanita yang dicintainya, bukan sebaliknya.
Nah, tidak usah mencari cinta, mintalah pada Tuhan untuk mencarikannya, biarlah Tuhan yang memilihkannya untuk kita, cinta yang kita pilih belum tentu baik untuk kita, tapi cinta yang Tuhan pilihkan untuk kita, jelas itulah yang terbaik.
"Lebih baik berdoa, minta kepada Tuhan agar diberi jodoh seperti yang kita inginkan, daripada bersenang-senang di atas sebuah pelanggaran. Bersenang-senang di atas sebuah pelanggaran itu sama saja menghilangkan hal baik yang seharusnya kita terima."











